"Aliansyah Si Raja Demo, Kembali Tantang Penegak Hukum Bongkar Skandal Korupsi Banua"

Mediapublik.com : Martapura Setelah sekian lama tak terdengar aksinya, aktivis vokal Banua yang akrab dijuluki Si Raja Demo, Aliansyah, dipastikan kembali turun ke jalan. Kamis, 4 September 2025 mendatang, ia akan memimpin aksi unjuk rasa besar dengan fokus utama membongkar sejumlah kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan kepala daerah di Kalimantan Selatan.

Kembalinya Aliansyah ke arena demonstrasi ini menjadi sorotan publik. Sebelumnya, ia dikenal lantang mengangkat isu truk batubara yang merajalela di jalan nasional, hingga menuntut pengunduran diri mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel, Muhammadun.

Kini, ia menempatkan sorotannya pada tiga kasus besar yang sedang menjerat para mantan bupati di Banua.

Pertama, kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Bupati Tanah Bumbu, Zairullah Azhar. Namanya disebut-sebut sebagai aktor kunci dalam perkara yang kini tengah bergulir di Pengadilan Tipikor Banjarmasin.

Kedua, mantan Bupati Tanah Laut, Sukamta, yang diduga terlibat dalam proyek film dokumenter senilai Rp5 miliar. Proyek ini dinilai bermasalah karena berdasarkan dokumen resmi, seluruh fraksi DPRD Tanah Laut menolak penganggarannya.

Ketiga, Anang Syakhfiani, mantan Bupati Tabalong, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kerja sama pengolahan bahan olahan karet (Bokar) oleh Perumda Tabalong Jaya Persada pada 2019.

Menurut Aliansyah, tiga kasus tersebut menjadi cermin lemahnya komitmen transparansi dan akuntabilitas publik di daerah. Ia menegaskan, aparat penegak hukum harus serius menindaklanjuti perkara ini, tanpa pandang bulu.

“Sudah saatnya penegak hukum bekerja lebih serius dan transparan. Jangan sampai kasus-kasus besar ini hanya menjerat aktor kecil, sementara pelaku utama atau dalangnya justru lolos dari jerat hukum,” tegasnya.

Tak berhenti di sana, Aliansyah juga berencana menyerahkan sejumlah temuan dugaan penyalahgunaan anggaran pada proyek infrastruktur di kabupaten lain, seperti Kotabaru, Tanah Bumbu, Tanah Laut, dan Tabalong.

Rencananya, aksi yang diklaim akan berlangsung damai ini digelar di beberapa titik strategis, termasuk di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Kalsel dan Ditkrimsus Polda Kalsel.

Dengan kembalinya Si Raja Demo ke medan aksi, publik Banua kini menanti: apakah gerakan moral ini mampu menggugah aparat penegak hukum untuk benar-benar menegakkan keadilan tanpa pandang bulu, di tengah maraknya skandal korupsi yang menyeret kepala daerah Kalimantan Selatan.. (Kalselhits/MP)

Posting Komentar

0 Komentar