Media publik.Com : Banjarbaru Upaya penanggulangan sampah di wilayah Kalimantan Selatan memasuki babak baru. Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, menghadiri acara Penandatanganan Kerjasama Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik (PSEL) Aglomerasi Banjarmasin Raya Kalsel. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Idham Khalid pada Kamis (09/04).
Proyek strategis ini melibatkan tiga wilayah utama, yaitu Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Barito Kuala.
Dalam sesi wawancara, Staf Khusus Kementerian Lingkungan Hidup, Hanifah Dwi Nirwana, yang hadir mewakili Menteri LHK, menekankan pentingnya komitmen daerah dalam penyediaan lahan dan pasokan sampah.
"Kita saksikan komitmen dari pemerintah daerah di dalam pasokan sampahnya, menyiapkan lahannya, dan juga dukungan penanganan lahannya nanti. Harapannya karena program ini rencana operasionalnya relatif lama, sekitar 30 tahun, sehingga program PSEL ini tentunya perlu dimasukkan di dalam rencana daerah masing-masing," ujar Hanifah.
Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, menyambut positif kerja sama ini sebagai solusi jangka panjang bagi masalah lingkungan.
"Alhamdulillah hari ini kita sudah melakukan acara kesepakatan tanda tangan berkaitan dengan penanggulangan sampah. Mudah-mudahan program kementerian tentang penanggulangan sampah dengan membangun pabrik pengolahan sampah menjadi energi ini bisa terwujud dan bisa bermanfaat, khususnya buat masyarakat kita di Kalimantan Selatan," tutur H. Bahrul Ilmi.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara pejabat kementerian dan para kepala daerah sebagai simbol dimulainya kolaborasi pembangunan infrastruktur hijau di Kalimantan Selatan.. (Kominfo/MP)



0 Komentar