Banjarmasin : Mediapublik
Persahabatan yang telah terjalin lebih dari tiga dekade akhirnya melahirkan sebuah karya bersama. Tiga sahabat yang pernah menghabiskan masa muda di dunia penyiaran radio, Anang Fadillah, Riswan Irfani, dan Muhammad Risanta, kini kembali dipertemukan dalam sebuah program podcast bertajuk JOURNALIST+.
Podcast yang mengusung tagline "Informing, Inspiring, Impacting" tersebut menjadi ruang dialog baru yang menghadirkan berbagai isu publik, mulai dari media, pendidikan, budaya, ekonomi, pariwisata hingga pembangunan daerah.
Bagi ketiganya, JOURNALIST+ bukan sekadar program podcast. Di balik layar, program ini merupakan buah dari persahabatan yang telah terjalin sejak era kejayaan radio pada dekade 1990-an.
Anang Fadillah mengenang bahwa kebersamaan mereka dimulai ketika dunia radio menjadi salah satu sumber informasi dan hiburan utama masyarakat. Saat itu, mereka sama-sama aktif sebagai penyiar dan insan media yang setiap hari berinteraksi dengan pendengar melalui ruang siaran.
"Waktu boleh berlalu, profesi boleh berubah, tetapi persahabatan tetap terjaga. Dari obrolan ringan dan nostalgia itulah muncul gagasan untuk membuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Akhirnya lahirlah JOURNALIST+," ujar Anang.
Menurut Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Selatan tersebut, podcast ini awalnya hanya dirancang sebagai wadah reuni intelektual para sahabat yang memiliki latar belakang dunia media. Namun seiring berkembangnya diskusi, muncul keinginan untuk menghadirkan ruang dialog yang lebih luas bagi masyarakat.
Ketiga pendiri JOURNALIST+ diketahui merupakan bagian dari generasi awal penyiar yang tumbuh bersama dalam lingkungan media yang dinamis. Mereka menyaksikan langsung perjalanan transformasi media, mulai dari radio, surat kabar, televisi, hingga platform digital yang berkembang pesat saat ini.
Bagi Riswan Irfani, yang kini dikenal sebagai praktisi pendidikan dan penggiat seni, media memiliki peran penting dalam menjaga kualitas peradaban masyarakat.
"Media harus tetap menjadi ruang pendidikan publik. Karena itu kami ingin menghadirkan percakapan yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu membangun kesadaran, memperkuat budaya, dan menginspirasi masyarakat," katanya.
Sementara itu, Muhammad Risanta, Jurnalis Senior CNN Indonesia dan Ahli Pers Dewan Pers, menilai podcast menjadi salah satu media yang sangat relevan untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern.
Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Namun kebutuhan akan dialog yang berkualitas tetap tidak berubah.
"Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat membutuhkan ruang diskusi yang menghadirkan perspektif, pengalaman, dan pengetahuan yang dapat dipercaya. JOURNALIST+ hadir untuk mengisi ruang tersebut," ujarnya.
Episode perdana JOURNALIST+ yang tayang pada Juni 2026 menjadi momentum istimewa karena mempertemukan kembali tiga sahabat lama dalam satu meja diskusi. Dengan suasana santai dan penuh keakraban, mereka membahas berbagai isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Meski diproduksi secara sederhana, JOURNALIST+ membawa semangat besar untuk terus berkembang sebagai media literasi publik. Kehadiran podcast ini juga menjadi bukti bahwa persahabatan yang dibangun dengan nilai-nilai profesionalisme dan kecintaan terhadap dunia informasi dapat melahirkan karya yang memberi manfaat bagi banyak orang.
Lebih dari sekadar reuni, JOURNALIST+ merupakan simbol perjalanan panjang tiga sahabat yang tetap menjaga idealisme, semangat belajar, dan komitmen untuk berbagi pengetahuan kepada masyarakat.
Dari ruang siaran radio tiga puluh tahun lalu hingga platform digital hari ini, persahabatan mereka terus menemukan cara untuk tetap hidup dan memberi makna.
Dan kini, melalui JOURNALIST+, suara persahabatan itu kembali mengudara untuk Indonesia..(MP)

0 Komentar