*PT adaro Indonesia Jadikan Eks Pascatambang,Menjadi Tempat Penelitan dan Tempat Ekosistem Satwa*

Mediapublik.com : Balangan 

PT Adaro Indonesia  Kabupaten Balangan,kecamatan Paringin Kalimantan Selatan, menjadi salah satu ekosistem bagi satwa endemik Kalimantan, seperti bekantan (Nasalis larvatus) dan lutung kelabu (Trachypithecus cristatus).

Saat Berkunjung Ke PT Adaro Indonesia Tercatat ada sekitar 28 ekor bekantan yang menetap di lokasi eks Pasca pertambangan batubara yang kini berupa danau dan kawasan vegetasi dengan lahan luas mencapai kurang lebih 28 hektare, kamis 21/5/2026.

Rusdi Husin Health Safety Environment Division Head PT Adaro Indonesia menyampaikan awalnya hanya beberapa ekor bekantan yang terlihat di kawasan perairan danau pasca pertambangan dan kini populasinya terus bertambah hingga saat ini. 

"Dengan ada nya Keberadaan bekantan dan lutung kelabu menjadi salah satu bukti ekosistem di kawasan area pasca tambang ini tepat sebagai habitat bekantan dan lutung juga ekosistem satwa lain nya,"Ungkap nya. 

upaya-upaya pelestarian dan pemulihan lingkungan pascatambang dengan pengembangan berbagi  sumber makanan bagi jenis satwa endemik Kalimantan dan dekat dengan perairan danau, juga bermacam pohon dan tanaman di pinggiran danau pasca tambang tersebut. 

PT Adaro Indonesia juga menggandeng Tim peneliti Fakultas Kehutanan ULM Banjarbaru dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk pelestarian satwa endemik baik di area pascatambang maupun di Area lokasi lain nya.

Untuk pengelolaan kawasan pascatambang batubara sejak tahun 1998 PT. Adaro Indonesia menerapkan skema  model pascatambang mulai dari zona penelitian pengembangan,hingga pemberdayaan masyarakat berupa budidaya bermacam ikan dan pengelolaan madu kelulut yang bisa bermanfaat. 

Riza Novian,Mine Closure Program Management Section Head PT Adaro Indonesia, juga menyebutkan ada kurang lebih 18 hektare eks lahan pascatambang batubara yang sudah ditanami berbagai jenis pohon cepat tumbuh dan berkembang cepat salah satu nya seperti tanaman sengon.Beringin dan tanaman jenis lainnya. 

"Dalam kunjungan jurnalis Ke Area Pascatambang PT. Adaro Indonesia Langsung di dampingi Land and Community Management Departement Head,PT Adaro Indonesia Djoko Soesilo, iya menyampaikan untuk budidaya ikan air tawar jenis Nila Best, jelawat di area Pascatambang. 

Untuk budidaya ini adalah Bagian dari pemberdayaan masyarakat di area Pascatambang adaro, tujuan nya adalah untuk membantu masyarakat sekitar dengan pengembangan perikanan juga pengembangan madu kelulut yang bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar. 

Djoko Soesilo pun menambahkan Untuk mampaat lain dari Area Pascatambang PT Adaro Indonesia ini bisa di jadikan Tempat kawasan penelitian dan edukasi bagi pengunjung maupun dari kalangan akademisi, pelajar hingga kelompok masyarakat,"jelas nya.

Program ini tidak hanya di tujukan untuk penghijauan kawasan eks Pascatambang,tetapi juga sebagai upaya memulihkan fungsi ekologis yang sempat terganggu dengan aktivitas pertambangan. 

Melalui konsep Ekological Green Belt di kawasan Pascatambang adaro sejalan dengan tren Rehabilitasi tambang modern di sejumlah Negara, yang mulai menitikberatkan pemulihan Ekosistem secara menyeluruh dibanding sekedar Revegetasi lahan.

Melalui pendekatan bersama  kawasan Pascatambang di kabupaten Balangan di harapkan tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga kembali memiliki fungsi ekologis yang produktif dan berkelanjutan di masa akan datang..(mp)

Posting Komentar

0 Komentar